Archive for June, 2007

Manfaat Kopi

ADA orang berasakan hidupnya kurang sempurna jika tidak
dimulakan dengan secawan kopi. Peminum kopi mendakwa sukar berfikir jika tidak
mendapat bekalan kafein pada awal pagi atau sekurang-kurangnya sebelum
memulakan kerja.

Sebenarnya,
kandungan kafein dalam kopi atau teh memang boleh membuatkan seseorang lebih
segar. Ini sebabnya individu yang mengalami masalah sukar tidur tidak
digalakkan minum minuman berkafein pada waktu malam, terutama dua atau tiga jam
sebelum tidur.

Kajian
terbaru mendapati, tabiat minum minuman mengandungi kafein juga ada faedahnya
kerana ia boleh meningkatkan tekanan darah dan mengelakkan risiko kematian
akibat serangan jantung, terutama warga emas.

Kajian
ke atas 6,594 responden dewasa selama sembilan tahun yang disiarkan dalam
Jurnal Pemakanan Klinikal Amerika edisi Februari 2007 melaporkan, pengambilan
kafein setiap hari didapati mampu mengurangkan risiko kematian akibat penyakit
jantung di kalangan individu yang mempunyai tekanan darah normal.

Sepanjang
tempoh kajian, seramai 426 responden meninggal dunia diserang penyakit jantung.
Responden yang minum empat atau lebih hidangan mengandungi kafein setiap hari
mempunyai risiko 53 peratus lebih rendah untuk mendapat penyakit jantung
berbanding responden yang cuma mengambil setengah hidangan (setengah cawan)
sehari.

Individu
yang minum minuman berkafein antara dua hingga empat hidangan sehari boleh
merendahkan risiko kematian akibat diserang sakit jantung sehingga 32 peratus.

Alasan
diberikan ialah, kafein boleh meningkatkan tekanan darah yang biasanya turun
sedikit selepas makan, satu fenomena yang semakin biasa di kalangan orang tua.

 

Tidak
kira kopi baru dikisar atau kopi segera, kedua-duanya mempunyai kandungan
kafein tinggi dan boleh memberi manfaat. Bagaimanapun, manfaat ini tidak
dilihat di kalangan responden yang sememangnya menghadapi masalah tekanan darah
tinggi atau berumur kurang daripada 65 tahun.

Penemuan
ini mungkin berita baik bagi penggemar kopi memandangkan ia minuman paling
popular dan sakit jantung pula pembunuh nombor satu di seluruh dunia, tetapi
seperkara yang perlu diingat ialah, apa juga jika diambil berlebihan boleh
mendatangkan kemudaratan.

Bagaimanapun,
banyak kajian lain turut mendapati minuman berkafein seperti kopi mempunyai
manfaatnya kerana ia turut mengandungi methylzentin; iaitu bahan yang digunakan
dalam ubat asma.

Jadi
kopi pekat boleh dijadikan ‘ubat kecemasan’ jika seseorang pesakit asma
mendapat serangan jika ubat yang biasa diambil tiada. Namun, ini bukan bermakna
kopi boleh menggantikan ubat yang disarankan doktor.

Hasil
analisis data 126,000 orang yang dikumpul selama 18 tahun dilakukan penyelidik
Universiti Harvard mendapati, pengambilan satu hingga tiga cawan minuman
berkafein sehari boleh merendahkan risiko kencing manis sehingga 10 peratus.

Malah,
ada juga kajian menunjukkan, kafein boleh mengurangkan risiko penyakit
Parkinson sehingga 80 peratus. Lebih menarik, kebanyakan penyelidik mendapati
lebih banyak kita mengambil kafein, lebih baik untuk kesihatan kerana ia juga
merendahkan risiko kanser usus (25 peratus), sirosis hati (80 peratus) dan batu
karang (50 peratus).

Kafein
juga mempunyai kesan terhadap psikologi seseorang. Apa berlaku sebenarnya ialah
kafein merangsang otak dan sistem saraf untuk bekerja dengan cara berbeza, kata
Pakar Fisiologi Universiti Guelph, Kanada, Dr Terry Graham.

Antaranya
ialah memberi isyarat untuk tidak mempedulikan keletihan atau menggunakan
beberapa unit otot bagi melakukan aktiviti cergas. Malah, kafein mungkin
mempunyai kesan langsung kepada otot yang membolehkan ia mengecut lebih kuat.
Kesan ini membuatkan seseorang rasa lebih bertenaga.

Kajian
mendapati kopi juga kaya dengan antioksidan, termasuk komponen dipanggil
kuinin, dan apabila diuji ke atas tikus, bahan berkenaan boleh meningkatkan
sensitiviti badan untuk bertindak balas terhadap insulin.

Atas
alasan ini, kopi yang tiada kafein juga dikatakan baik untuk pesakit kencing
manis. Namun, saintis belum dapat menerangkan sepenuhnya bagaimana kopi boleh
memberi manfaat kepada pesakit kencing manis.

Itu antara kajian yang
dilakukan pada minuman mengandungi kafein, terutama kopi. Namun seperkara yang
perlu diingat ialah, budaya minum kopi masyarakat Barat tidak sama dengan
budaya kita di sini.

Masyarakat Barat kebanyakannya
minum kopi pahit (tanpa gula) sedangkan kita suka jika ia berasa sedikit manis,
malah ada juga yang mahu kopi mereka lebih gula.

Kandungan gula ini
membimbangkan kita. Walaupun kajian menyarankan kita minum antara tiga hingga
enam cawan sehari, saranan itu mungkin kurang praktikal bagi masyarakat di
negara kita yang sememangnya menghadapi masalah pengambilan gula harian
berlebihan.

Setiap minuman atau makanan
akan diperoleh manfaatnya jika diambil secara sederhana. Ingat, apa juga yang
diambil secara berlebihan akan memudaratkan.

 (hmetro.com.my)

 

 

No comment »

Di Balik Nikmatnya KOPI

Kenikmatan
minum kopi memang tidak bisa dipungkiri oleh siapa saja. Sayang, selain memberi
dampak positif, minum kopi ternyata membawa dampak ikutan yang bisa berbahaya.

Jadi bagaimana bisa tetap
nyeruput kopi namun tetap aman ?

Selain
teh, kopi merupakan minuman paling dikenal umat manusia. Tak seorang pun tak
mengenal kopi.
Minuman ini sudah dikenal di mana-mana sejak ratusan tahun lalu. Begitu
terkenalnya kopi sampai timbul istilah coffee break atau "rehat kopi"
di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat, dll. Saat itu para
tamu atau peserta beristirahat sebentar untuk menikmati kue-kue sambil minum
secangkir kopi atau teh. Sementara dalam kehidupan sehari-hari, kopi seringkali
dijadikan pendamping sarapan pagi.

Sekalipun demikian mungkin
jarang kita mengamati apa manfaat atau dampak negatif kopi bagi kesehatan. Paling-paling
yang kita tahu setelah minum kopi badan terasa segar dan rasa kantuk hilang.

Baik bagi pecandu narkoba

* Menurut analisis kedokteran,
dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat senyawa ini meliputi
kafein, teofilin, dan teobromin.

Namun, kopi hanya mengandung
kafein.
Sedangkan teofilin terdapat dalam
teh, sementara teobromin dalam coklat.

Kafein
ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak),
sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak
heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa
segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau pun mengantuk.
Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari kebiasaan minum kopi.

Namun,
sebenarnya manfaat di atas tidak berlaku bagi seseorang yang pekerjaannya
memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketepatan menghitung, seperti
matematika, menggambar atau melukis. Sebaliknya, minum kopi lebih tepat bagi
orang yang belajar ilmu-ilmu sosial atau menghapal. Minumlah sekitar setengah
sampai satu jam sebelum aktivitas belajar atau menghapal dimulai.

Kafein
acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit kepala.
Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak
(vasokonstriksi) sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang merupakan
penyebab sakit kepala bisa ditanggulangi. Bahkan, senyawa xantin dalam dosis
rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya akibat
penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa
kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol.

Lebih
jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah.

Mengganggu
kesuburan

* Sayangnya, kebiasaan minum kopi acap kali
memunculkan efek "kecanduan" baik secara psikologis maupun
fisiologis.

Ciri
umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan
mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi. Yang wajar adalah mengonsumsi
kopi sebanyak 85 - 200 mg atau 1 - 3 cangkir kopi. Namun, minum kopi di atas
250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung
berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup, tremor (tangan bergetar),
bahkan mual sampai muntah-muntah.

Minum
kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) karena
senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam.
Selain itu, kopi
juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin
bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung
kencing cepat penuh.

Minum kopi terlalu banyak bisa
pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi
wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah risiko
kekeroposan tulang (osteoporosis).

Pada dosis sedang, kafein
menaikkan produksi asam lambung yang berlangsung lama, sehingga dapat
memperbesar risiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Jadi
para penderita kelemahan lambung hendaknya menghindari konsumsi kopi.

Cara pengolahan dan penyeduan
kopi pun memberi andil terhadap dampak yang ditimbulkannya. Bentuk pengolahan
dan penyeduhan kopi tubruk misalnya. Kopi tubruk pada umumnya lebih keras
karena bubuk kopi dalam cangkir atau gelas langsung diseduh air mendidih. Lagipula
kopi tubruk pada umumnya menggunakan kopi lebih kasar, dipadu dengan gula batu.
Dengan sendirinya akan lebih banyak ampas bubuk kopi yang masuk ke tubuh kita
dibandingkan dengan kopi yang diseduh dalam teko. Maka dapat dipahami bila efek
sampingan kopi tubruk lebih tinggi dibandingkan dengan secangkir kopi yang
sudah "tersaring" ampas kopinya.

Penyakit jantung dan
arteriosklerosis

Masalah dampak kopi kasar atau
tidak disaring (unfiltered) ini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda.

Mereka mengamati tingginya
kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein merupakan substansi
yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam amino esensial yang terbentuk
pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein
berhubungan erat dengan risiko penyakit jantung.

Meski belum jelas bagaimana
persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zat
tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh
darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium.
Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri
(arteriosklerosis).

Di sisi lain, menurut Dr.
Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi
biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan
berperan dalam membentuk propionil-koA (substansi yang beperan dalam
metabolisme lemak dan karbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar
normalnya, 7 - 22 ug mol/L.

Seorang peneliti Belanda
menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi,
konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar
kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi
dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kelebihan homosistein dapat secara alami
normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, kenaikan kadar homosistein
dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak
mengandung metionin.

Bila dalam sehari minum 1,360
g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan risiko untuk terkena serangan
jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai
21%.

Atas dasar itu alangkah
baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi penyakit
jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1-3 cangkir
sehari (standar untuk orang Eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak pada saat
menjelang tidur.

Kopi bisa digantikan segelas
air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12. Jenis-jenis
makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral,
vitamin serta asam folat. Padahal vitamin B6, B12, dan asam folat sangat
berperan dalam menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit
jantung koroner pun bisa dihindari.

 

(intisari,depkes.go.id)

 

No comment »